Rabu, 21 September 2016

Jumat, 15 Januari 2010

Membuat Linux UFD Dengan Unetbootin

Membuat Live USB/flash drive Linux


Bagi anda yang bingung bagaimana cara menginstal Linux, maka solusi dengan membuat Live USB Linux inilah yang paling tepat. Karena dengan membuat Live USB Linux anda tidak perlu menginstal Linux lagi melainkan anda hanya tinggal mencolokkan flash disk dan seting di BIOS dengan booting pertama lewat flash disk dan anda bisa menikmati Linux tanpa instalasi, mudah bukan?



Bagaimana membuat Live USB Linux?

caranya mudah anda hanya perlu mempunyai aplikasi yang bernama Unetbootin. Unetbootin memungkinkan anda untuk membuat bootable Live USB drive untuk berbagai distro/distribusi Linux, Anda dapat mendonwload salah satu dari beberapa distro linux yang didukung oleh aplikasi ini, atau membuat sendiri dari file iso linux dari salah satu distro linux yang anda sukai.

Saat ini distro yang didukung aplikasi ini adalah:

· Ubuntu
o 6.06 LTS
o 6.10
o 7.04
o 7.10
o 8.04 LTS
o 8.10

· Debian
o Stable/Etch
o Testing/Lenny
o Unstable/Sid

· Linux Mint
o 3.1
o 4.0
o 5-r1
o 6

· Open SUSE
o 10.2
o 10.3
o 11.0
o 11.1
o Factory

· Arch Linux
o 2007.08

· Damn Small Linux
o 4.4

· SliTaz
o Stable
o Cooking

· Puppy Linux
o 4.00

· FreeBSD
o 6.3
o 7.0

· NetBSD
o 4.0

· Fedora
o 7
o 8
o 9
o 10
o Rawhide

· PC Linux OS
o 2007
o 2008

· Gentoo
o 2007.0
o 2008.0

· Zenwalk
o 5.2

· Slax
o 6

· Dream linux
o 3.2

· Elive
o Development

· CentOS
o 4
o 5

· Mandriva
o 2007.1
o 2008.0
o 2008.1

· FaunOS
o 0.5.4

· Frugalware Linux
o Stable
o Testing
o Current

Persyaratan membuat Live USB Linux:

Microsoft windows 2000/XP/Vista/Linux
Komputer terkoneksi dengan Internet untuk mendownload distro/distribusi Linux. iso file (kecuali jika anda sudah mempunyai distro Linux dengan format iso), anda bisa download distro Linux. iso file di sini dengan distro Ubuntu

Harus mempunyai flash disk berkapasitas minimal 1 GB
Langkah kerja:

Download aplikasi Unetbootin di sini.
Colokkan flash disk di port USB komputer anda, sebelumnya format dahulu flash disk anda dengan file sistem FAT32.
jalankan aplikasi Unetbootin.
Pilih distribusi apa yang ingin kita live USB – kan dan versi berapa di bagian distribution.

Masukan file iso distribusi Linux yang sudah kita dapat pada bagian Diskimage.
pilih type dari USB Drive dan Drive yang dimana tempat flash disk tersebut, misal: Drive D:\, E:\, F:\, G:\, H:\, dan lain-lain.

klik ok lalu tunggu beberapa saat.
setelah itu Reboot/restart komputer anda dan seting di BIOS dengan booting pertama kali lewat USB/flash disk, kebanyakan sih yang bisa booting dari USB/flash disk adalah komputer jaman sekarang.

Restore USB Flash Drive Sebagai Partisi FAT

Ingin mengembalikan data USB flas drive (UFD) ke posisi awal ? Atau ingin memformat
UFD agar bisa diinstalasikan distro Live USB dengan baik ? Simak penjelasan berikut.

Berikut ini langkah me-restore UFD ke posisi awal, sebelum anda menjadikan suatu UFD sebagai Live USB

*. Dimisalkan saat ini anda telah menginstalasikan linux dan sudah berada pada prompt terminal. Login sebagai root lalu jalankan perintah fdisk -1 untuk melihat letak direktori UFD pada sistem linux anda.

# fdisk -1
. . .
Disk /dev/sdb: 4043 MB,
4043308544 byte

Pada output di atas, terlihat kalau
UFD 4GB terdetek sebagai
/dev/sdb


*. Untuk mulai melakukan format UFD, jalankan perintah berikut:

# fdisk /dev/sdb
command (m for help) :

. Pada Command prompt fdisk, anda dapat mengetikan 'm' untuk melihat daftar partisi, anda dapat mengetikan 'p'.
Note : Tanda '' tidak perlu di ketik.

Command (m for help) : p
. . .
/dev/sdb1 * 1
1018 3944719 b w95 FAT32


. Saat tampil pertanyaan First cylinder, tekan saja Enter. Dan pada saat muncul pertanyaan Last cylinder, tekan juga Enter. Denga ini, seluruh kapasitas UFD hanya dijadikan sebagai satu partisi saja .

First cylinder (1-1018, defalut 1):

Using defalut value 1

Last cylinder or +size or +sizeM or +sizeK (1-1018, defalut 1018) :

Using defalut value 1018

. Secara defalut, hasil dari pembuatan
partisi ini menngunakan file system Linux ext3. Untuk mengubah tipe file system ext3 menjadi FAT32, Ketikan 'b' pada halaman konfirmasi Hex kode.

Command (m for help) : t

selected partition 1

Hex code (type L to list
codes) : b

. Live USB membutuhkan suatu UFD untuk dapat di-boot langsung dari PC. Agar UFD tersebut dapat langsung di-boot, ketikan 'a' untuk mengubah toggle flag UFD sehingga UFD tersebut dapat langsung di-boot.

. Hapus semua partisi yang terdapat pada UFD tersebut dendan mengetikan 'd' pada command prompt fdisk.

command (m for help) : d
selected partision 1

. Selesai menghapus semua partisi di UFD, buat kembali sebuah partisi di UFD tersebut.

Command (m for help) : n

. Saat ditayakan mau membuat primary partition atau secondary primary partition, ketik 'p'

command action
e extended
p primary partition (1-4)
p

. Berikutnbya anda akan ditanyakan untuk memasukan angka partisi. Ketikan '1' karena kita baru akan membuat satu partisi.

Partition number (1-4) : 1

command (m for help) : a

Partition number (1-4) : 1

. Terakhir, simpan perubahan dengan menekan tombol 'w'.

command (m for help) : w

The partition table has been
altered!

. Jika posisi UFD setelah keluar dari fdisk masih ter-mount (ex:/termount di /media/disk), umount UFD tersebut, lalu format dengan
menggunakan mkfs.vfat.

# umount /media/disk

# mkfs.vfat /dev/sdb1

Kini UFD siap diinstalasikan
dengan Live USB pilihan anda.


Sumber dari : www.infolinux.com














Media Boot/Live (USB Flash Disk)

Fedora menyediakan perangkat lunak untuk membuat Media Boot dari USB Flash Disk. Penggunaannya sangatlah mudah dan dapat digunakan langsung bagi mereka yang akan memulai migrasi dari Windows ke Fedora Linux. LiveUSB creator adalah utility di Windows untuk membuat media boot USB dan dapat diperoleh di https://fedorahosted.org/liveusb-creator/. Selain versi windows liveusb creator juga tersedia untuk Fedora Linux.

Fitur liveusb creator ini cukup lengkap dan mudah, diantaranya:
· Tidak memerlukan pemformatan atau pembuatan partisi baru pada USB flash disk.
· Mendukung berbagai rilis fedora termasuk fedora 9 dan rilis baru di atasnya.
· LiveUSB creator langsung mendeteksi keberadaan perangkat USB Flash Disk
· Memungkinkan untuk mengalokasikan ruangan lebih pda USB Flash Disk untuk membuat perubahan ataupun modifikasi pada sistem operasi yang sudah ada di liveusb dan perubahan ini akan menetap meskipun diboot ulang (berlaku untuk Fedora 9 dan di atasnya).
· Verifikasi SHA1 checksum untuk rislis-rilis resmi

Pembuatan LiveUSB di Fedora:


Fedora 10


Pembuatan LiveUSB di fedora sangat mudah. Instalasi LiveUSB Creator dapat dilakukan dengan perintah yum.

#yum -y install liveusb-creator

Fedora 9
· Download paket LiveUSB Creator dari http://kushal.fedorapeople.org/packages/liveusb-creator-2.7-1.fc9.noarch.rpm

· Selain itu Fedora 9 membutuhkan paket PyQt4 dan syslinux, jadi instal paket kedua ini sebelum melakukan instalasi liveusb creator

#yum install PyQt4 syslinux

· Proses download bisa menggunakan download manager dari Firefox ataupun dengan perintah wget.

$wget http://kushal.fedorapeople.org/packages/liveusb-creator-2.7-1.fc9.noarch.rpm
· Setelah proses download selesai, instal paket tersebut dengan perintah rpm.
#rpm -ivh liveusb-creator-2.7-1.fc9.noarch.rpm

· LiveUSB Creator dapat diakses dari Menu Fedora

Pembuatan LiveUSB melalui Windows:·

Download paket LiveUSB Creator untuk Windows dari https://fedorahosted.org/releases/l/i/liveusb-creator/liveusb-creator-2.7.zip

· Setelah download selesai lakukan ekstraksi paket tersebut dengan utilitas pengekstrak zip

· Tancapkan Flash Disk yang akan diinstall Fedora Live USB

· Jalankan LiveUSB Creator dengan mengklik icon logo Fedora

· Setelah jendela muncul, cari lokasi tempat file *.iso fedora disimpan

· Klik Create Live USB, dan tunggu beberapa saat

· Jika selesai uji dengan me-reboot PC/Notebook dan jangan lupa untuk di set Booting pada USB HDD pada Bios.

. Pembuatan Media Boot/Live Melalui Terminal


Bagi pengguna Fedora (khususnya Fedora 9), yang terbiasa menggunakan terminal atau shell prompt, install paket livecd-tools ke dalam sistem (sebagai root, atau dengan menggunakan sudo / su jika login user selain root), seperti berikut:

# yum -y install livecd-tools

Masukkan media USB anda ke dalam port USB yang tersedia, kemudian cari nama device media USB anda, misalkan dengan menggunakan perintah fdisk atau melihat sistem log (/var/log/messages):

# fdisk -l
atau
# tail -n25 /var/log/messages

Setelah menemukan nama device media USB (misalkan /dev/sdb1), gunakan perintah livecd-iso-to-disk untuk menuliskan file iso image ke dalam media USB:

# livecd-iso-to-disk nama_file_iso_image /dev/sdb1

Media Boot untuk instalasi dari Harddisk dan Jaringan


Untuk keperluan instalasi menggunakan media USB flashdisk dengan iso DVD image Fedora yang sudah tersimpan dalam harddisk, kita dapat menggunakan utilitas syslinux untuk mengkonfigurasi flash disk agar bisa dipakai sebagai media boot, dengan catatatan, bahwa BIOS yang ada pada komputer pun mendukung proses boot melalui port USB. Paket syslinux dapat diinstall melalui repositori atau bisa didapat di http://syslinux.zytor.com/.

syslinux merupakan boot loader yang banyak dipakai oleh distribusi linux, termasuk Fedora. Untuk mengkonfigurasi flashdisk, sebelumnya perlu diketahui nama device dari flashdisk tersebut. Untuk sementara, kita coba seperti contoh di atas dengan menggunakan nama device /dev/sdb1. Perintah yang digunakan pertama kali untuk

menginstall boot loader adalah seperti berikut:

# syslinux /dev/sdb

Untuk pengguna Windows (NT/2K/XP), menggunakan syslinux.exe, sedangkan untuk pengguna DOS/Win98/WinME, digunakan syslinux.com, misalkan drive flashdisk di
Windows sebagai drive Z, perintahnya seperti berikut:

# syslinux.exe -m -a z:

Perintah di atas akan menghasilkan file ldlinux.sys dalam root direktori flashdisk.
Langkah selanjutnya adalah menyalin file kernel (vmlinuz) dan ram disk (initrd.img) yang terdapat dalam DVD instalasi atau dari file iso imagenya (di dalam direktori /isolinux) ke dalam root direktori flashdisk. Kemudian file menu.c32, dari direktori /usr/lib/syslinux yang merupakan bagian dari paket syslinux, yang digunakan untuk membuat menu boot yang akan dijelaskan di bawah ini.
Berikutnya kita buat file konfigurasi untuk memanggil kernel dan ram disk dengan nama syslinux.cfg (merupakan file teks) di root direktori flashdisk, dengan menggunakan editor teks. Konfigurasi yang sederhana misalkan seperti berikut:

DEFAULT menu
PROMPT 0
MENU TITLE Instalasi Fedora 9 i386
TIMEOUT 200
TOTALTIMEOUT 6000
ONTIMEOUT fedora-9-hdd-i386
LABEL fedora-9-hdd-i386
MENU LABEL Instalasi Fedora 9
MENU DEFAULT
kernel vmlinuz
append initrd=initrd.img method=hd://dev/sdb1

# device /dev/sdb1 diganti/disesuaikan dengan merujuk kepada file iso DVD image berada
LABEL fedora-9-hdd-i386-teks
MENU LABEL Instalasi Fedora 9 (Mode Teks)
kernel vmlinuz

append initrd=initrd.img text method=hd://dev/sdb1
LABEL fedora-9-http-i386
MENU LABEL Instalasi Fedora 9 i386 melalui protokol http
kernel vmlinuz
append initrd.img ksdevice=eth0 lang= kssendmac method=http://192.168.0.1/fedora9
# alamat web disesuaikan dengan alamat repositori instalasi fedora berada
LABEL fedora-9-http-i386-teks

MENU LABEL Instalasi Fedora 9 i386 melalui protokol http (Mode Teks)
kernel vmlinuz
append initrd.img ksdevice=eth0 lang= kssendmac text method=http://192.168.0.1/fedora9
MENU end
Sumber data dari : http://fedora.linux.or.id/node/17

Minggu, 10 Januari 2010

TENTANG LINUX

Jenis-jenis distro, kelebihan & kekurangan Linux









Linux merupakan Operating System yang bertipe Unix “OS yg kompatibel dengan Unix”. Linux memiliki jenis dan versi yang berbeda-beda dan terus berkembang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pengguna Linux. Untuk penjelasan tentang linux bisa ke wikipedia.


Terdapat banyak kelebihan2 yg dimiliki linux dalam penggunaanya. So mau pake yg mana itu semua terserah you2, kalo gw sendiri baru belajar “kenal namanya linux dah lama” n untuk coba2 baru mau n akan otak atik nih OS :D, gw sendiri baru coba2 distro Redhat, Ubuntu n Fedora, itu juga sebates instalasi n oprek2 sedikit, untuk Suse skg sebagai Server di kantor itu juga sebates sebagai server router n firewall aja. Selanjutnya rasa ketidaktahuan membuat keinginan untuk mencoba berbagai jenis linux dan mendalaminya sehingga bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan masing2 open source ini.

Ada beberapa distribusi Linux (distro) yang gw ketahui, diantaranya sbb :PCLinuxOS PCLinuxOS adalah satu Sistem Operasi Open Source. PCLinuxOS juga suatu distribusi GNU/Linux, itu berdasar pada kernel Linux menggunakan GNU toolset. PCLinuxOS salah satu dari penyedia-penyedia dunia yang sedang naik bintang karena userfriendly pada desktop.

Debian

Debian format paket programnya yang menggunakan DEB dianggap lebih stabil dari pada RPM. Debian juga sudah menggunakan metode autodetect untuk penggunaan peripheral pada komputer.

Redhat

Redhat diakui sebagai server tercepat dibandingkan dengan linux server lainnya. Selain sebagai server tercepat, Redhat juga dapat digunakan sebagai client maupun sebagai PC desktop/PC standolone. Saat ini redhat sudah beredar dengan versi 9.0 yang dapat menggunakan desktop Genome dan juga KDE.

Caldera

Caldera merupakan jenis linux yang pertama yang menggunakan Auto-Detect Hardware ( seperti plug and play pada Mac)

Slackware

Slackware adalah distribusi linux yang pertama yang merupakan distribusi linux yang murni, kalo ga salah linux tertua n hampir menyamai Unix dalam penggunaannya.

Suse

SuSE Linux dilengkapi dengan Desktop Manager yang dikenal dengan KDE. SuSE adalah jenis Linux pertama yang menyertakan bahasa Indonesia dan pilihan bahasa yang digunakan dalam sistem Operasi Linux.

Corel

Corel Linux dirancang sebagai end-User. Pada Corel Linux semuaya serba grafis, dimulai pada saat prosedur Instalasi hingga boot sistem

Turbo

Turbo Linux dibuat dari berbagai under Linux/UNIX. Turbo Linux mengkhususkan diri di bidang clustering computer.

Mandriva

Mandriva Linux yg sebelumnya bernama Mandrakelinux atau Mandrake Linux merupakan suatu distribusi Linux yang diciptakan oleh Mandriva. Itu menggunakan RPM Package Manager. Bila redhat direkomendasikan sebagai server, maka mandrake dijadikan sebagai client yang handal. Tujuan awal dari diciptakannya Mandrake Linux adalah untuk mempermudah penggunanya dalam melakukan installasi dan penggunaan Linux itu sendiri. Sebelum keluarnya Corel Linux, Mandrake merupakan distribusi linux yang paling familiar. Jika Redhat keluar desktop manager menggunakan Gnome, maka inux Mandrake keluar dengan desktop manager KDE buatan SuSE Jerman

Ubuntu

Ubuntu Linux hadir dalam 2 versi yaitu versi LiveCD dan versi Install. Anda bisa memakai versi LiveCD kalau anda tidak ingin menginstallnya kedalam Komputer.

Kelebihan linux

Kelebihan Linux secara umum Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka alias tidak ada biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.Linux dengan tampilan visual yg memudahkan dalam penggunaannya. Efek 3D dimensi untuk desktop pun sudah bisa dinikmati. Linux memiliki aplikasi yg lengkap dan terus dikembangkan “ aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat di Linux”Linux memliki keamanan yg sangat baik. “Dah coba sebagai server “Suse”Linux relatif stabil “Kata temen yg menggunakan Slackware”Penggunaan Linux hanya memerlukan komponen komputer yg kecil dengan kata lain computer yg “Jadul” pun bisa dipakai.

Kekurangan

Kekurangan Linux Untuk kekurangan linux belum bisa dijelaskan secara detail coz gw baru coba2 beberapa jenis linux n kl kesulitan dalam penggunaannya itu karena kebodohan gw hehehe… Tp memang untuk beralih dari Windows yg sudah mendarah daging ke Linux diperlukan semangat blajar dan blajar yg lebih.
Akhir dari semua pembahasan adalah mencoba dan terus belajar tentang Linux coz kyknya dimasa

Sumber data dari : http://otakkacau.co.cc/2008/07/11/jenis-jenis-distro-kelebihan-kekurangan-linux/